Skip to content

Pengalaman Kuliah Perilaku Konsumen

pengalaman kuliah di UIN RM Said

Mata kuliah perilaku konsumen menjadi kuliah wajib di Magister Manajemen Bisnis Syariah UIN RM Said Surakarta. Aku lihat di kurikulum perguruan tinggi lain, matkul perilaku konsumen juga menjadi kuliah wajib.

Hal menarik dari kuliah ini adalah dilakukan secara offline atau tatap muka, berbeda dengan sebagian besar matkul lain yang memilih untuk online, dikarenakan beberapa sebab seperti lokasi mahasiswa yang tersebar di banyak kota. Jujur saja, mengikuti kuliah offline akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan online. Mulai dari interaksi dengan dosen, juga interaksi dengan teman kuliah yang menjadi lebih akrab dan hangat. Interaksi dengan dosen melalui tanya jawab yang lebih intens, termasuk di luar jam kuliah atau setelah kuliah selesai. Interaksi dengan teman kuliah, yang ngobrol-ngobrol ringan mengenai pengalaman masing-masing atau isu-isu hangat.

Suasana kuliah di Magister Manajemen Bisnis Syariah UIN RM Said Surakarta

Metode Kuliah

Dr. Awan Konstrad yang mengampu kuliah tersebut memberikan jurnal ilmiah kepada 19 mahasiswa dengan topik yang berbeda. Pada setiap pertemuan, setiap mahasiswa mempresentasikan jurnalnya dan kemudian tanya jawab dan dikomentari oleh beliau. Dan diterangkan lebih dalam bagian-bagian penting dari jurnal tersebut.

Topik dari jurnal yang dibahas mencakup duta merk (brand ambassador), persepsi terhadap merk, pengaruh iklan atau promosi melalui elektronik dan cerita dari orang ke orang, budaya lintas negara, perilaku generasi menurut kategori cohort, pengaruh pencarian produk melalui mesin pencari terhadap minat beli, kepuasan pelanggan, kesetiaan pelanggan, dan aku sendiri mendapatkan jurnal mengenai pengaruh aroma terhadap minat beli.

Suasana kuliah paska sarjana UIN RM Said Surakarta

Hal yang lucu terjadi ketika seorang teman mempresentasikan data statistik mengenai kepuasan pelanggan dan menampilkan skala pengukuran  likert yang didasarkan poin 1 (sangat tidak setuju) hingga 5 (sangat setuju), lalu aku bertanya ,”Kenapa itu poinnya kok 3 untuk netral, atau 5 untuk sangat setuju? ”.  Hahahaha, dan dijawab,”ya memang aturannya seperti ini”. Wuaduh akibat kelamaan tidak kuliah dan sudah lupa pelajaran statistik tempo doeloe.

Belakangan kemudian baru aku tahu bahwa skala pengukuran likert ini banyak banget dipakai dalam metode pengukuran, meskipun sangat banyak metode pengukuran lain dan lebih bervariasi tergantung kreativitas dan studi kasusnya. Dan menurutku,setelah merenungi ini dan itu dari jurnal dan buku, skala pengukuran likert itu yang paling sederhana untuk mengetahui sikap dari responden dan metode pengolahan data statistiknya pun juga tidak rumit.

Ok. Balik lagi ke ruang kuliah.

Setelah semua mempresentasikan jurnalnya, di akhir kuliah bapak dosen memberikan tugas untuk membuat makalah yang berisi ulasan terhadap jurnal yang dipresentasikan disesuaikan dengan kondisi aktual.

Jurnal yang kubahas

Untuk tugasku sendiri mengenai pengaruh aroma terhadap kenyamanan pembeli di restoran di Perancis. Jurnal yang ditulis oleh Nicolas Gue´guena dan Christine Petrb dilakukan dengan meletakkan difuser yang yang diisi cairan beraroma lavender dan melon pada sebuah restoran. Penelitian yang dimuat di jurnal Q1 International Journal of Hospitality Management terhitung sederhana. Peneliti melakukan survei terhadap konsumen kelompok (bukan konsumen perorangan) dan dilakukan beberapa kali pada waktu berbeda. Ternyata, aroma lavender berpengaruh positif terhadap pembelian konsumen dibandingkan aroma lemon karena aroma lavender memberikan efek lebih menenangkan dan membuat nyaman. Efeknya, konsumen lama berbetah-betah dan melakukan transaksi lagi untuk menu yang lain.

penelitian pengaruh aroma lavender

Dari rujukan referensi yang disertakan, ternyata penelitian aroma ini sudah lama dilakukan sejak tahun 1930-an. Dan aroma berpengaruh sangat luas bukan hanya terhadap minat untuk membeli produk, namun juga terhadap prestasi, antusiasme, bahkan terapi.

Jika kurenungi mengenai paper pengaruh aroma terhadap perilaku konsumen ini muncul pertanyaan yaitu penelitian ini terhitung sederhana namun kok bisa tembus jurnal dengan reputasi Q1. Banyak yang keder, bukan hanya mahasiswa namun juga dosen untuk submit ke jurnal ke Q1. Ternyata kekuatan paper ini pada keunikan ide dan terhitung baru. Jadi untuk tembus jurnal Q1 yang utama adalah cari ide penelitian yang unik, sama hukumnya dengan kekuatan konten di blog. Ide yang orisinal dan baru, bila perlu yang pertama menulis di bidang itu.

Ngopi dan makan bersama

Nah, ini bagian yang paling menarik dari pengalaman kuliah offline ini. Berawal dari ide, bagaimana kalau patungan untuk beli snack dan minuman sehingga setiap kuliah bisa sambil ngemil, akhirnya terwujud ide itu. Mendengarkan teman presentasi dan terjadi tanya jawab, sambil ngemil adalah sesuatu banget. Aku kira ide kuliah dan diperbolehkan ngemil ini bisa diterapkan untuk semua strata. Jadi suasana kuliah tidaklah kaku, tetapi bisa santai, rileks, dan menyenangkan.

Snack yang menemani kuliah dan menjadikan suasana kuliah lebih asyik 😀

Pernah satu kali dikarenakan setiap kuliah hanya disediakan minuman kemasan, lalu muncul ide untuk membawakan kopi. Bagaimana kalau kuliah sambil ngopi-ngopi, seperti kebiasaan selesai kuliah lalu ngopi di warung bareng teman-teman.  Sungguh asyik, membayangkan menikmati kopi di ruang kuliah.

Untuk melihat gambar lain di bawah ini (ada 4 gambar), silhkan klik tanda panah yang ada di tengah kanan gambar.

Di  pertemuan akhir kuliah, kami bersepakat untuk mengisi acara dengan makan bersama dengan bapak dosen di sebuah restoran dekat kampus.

  • Acara makan bersama setelah usai kuliah
    Acara makan bersama setelah usai kuliah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!