Skip to content

Mengapa ASUS Zenbook DUO (UX8406) Menjadi Pilihan Ketika Kuliah (Lagi), Riset Ilmiah, Sembari Tetap Bekerja?

Laptop layar ganda terbaik

Dari pelataran berpaving sebuah gedung berwarna dominan oranye, aku seperti dejavu bahwa pada hari ini, setelah 25 tahun, memasuki dunia kampus. Di pelataran parkir, sosok anak muda turun dari sepeda motor. Lalu kami berkenalan. Namanya, Bahrul. Kami selisih usia 20 an tahun. Dan tentu saja aku yang lebih tua :D.  

Kami berdua lalu memasuki ruang kuliah bernomor A4. Ternyata di sana sudah duduk berkerumun 6 perempuan berkerudung, yang beberapa waktu kemudian aku mengenalnya: Bu Sri (ternyata 2 tahun di bawah usiaku), Bu Yunita 6 tahun di bawah usiaku, dan yang berusia 20 an tahun: Hujjatul, Rea, Yuni, dan Santi.

Kampus Paska Sarjana UIN RM Said Surakarta berada Perkebunan, Kepanjen, Kec. Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57471 (Sumber gambar: Dokumen pribadi.

Hari itu, satu setengah tahun lalu, adalah hari pertama aku masuk kuliah offline di program Magister Manajemen Bisnis Syariah UIN RM Said Surakarta. Ada rasa gugup karena hampir seperempat abad, di usia mendekati setengah abad, aku kembali ke bangku kuliah. Muncul rasa kuatir jangan-jangan aku yang tertua (atau paling senior-lah 😉 ), dan ternyata benar 😀 . Ada ketakutan juga, bisakah aku mengikuti pelajaran setelah lama tidak mengenyam bangku kuliah. Namun, ada juga perasaan yang begitu bersemangat dan rasa senang, ternyata aku punya keberanian untuk kuliah, berada di lingkungan baru, dan berinteraksi di suasanya keilmuan. Aku kira pada bagian ini, rasa syukur terus diucapkan. Alhamdulillah.

Kuliah dari Dr. Awan Konstrad mengenai Perilaku Konsumen. Mata kuliah ini menjadi kuiah wajib karena kita bisa mengetahui jenis-jenis konsumen dan kecenderungan mereka dalam menyukai dan memutuskan membeli produk. Hmmm, ini penting banget bagi pemain bisnis dan marketer dalam memasarkan produknya
(Sumber gambar: Dokumen pribadi.

Pertimbangan Memutuskan Kuliah (Lagi)

Ada beberapa alasan mengapa aku memutuskan kuliah lagi institusi perguruan tinggi Islam dan mengambil jurusan manajemen bisnis syariah di usia mendekati setengah abad. Alasan ini berbeda dengan teman seangkatan yang juga berusia hampir sama dikarenakan mereka kuliah ke jenjang yang lebih tinggi dikarenakan tuntutan pekerjaan dan kebutuhan gelar untuk menaikkan pangkat di instansinya.

Pada sepuluh tahun terakhir ini pertumbuhan bisnis di sektor ekonomi syariah cenderung meningkat dan stabil, bahkan ketika dunia usaha dihantam krisis global akibat covid-19, bisnis syariah di bidang makanan halal, pertanian halal, dan fashion justru mengalami pertumbuhan. Dari dunia bisnis ini, peluang bisnis apa yang bisa aku create?

Kalau pertimbanganku ada 3, yaitu:

  1. Pada sepuluh tahun terakhir ini pertumbuhan bisnis di sektor ekonomi syariah cenderung meningkat dan stabil, bahkan ketika dunia usaha dihantam krisis global akibat covid-19, bisnis halal di bidang makanan, pariwisata, dan busana justru mengalami pertumbuhan. Dari industri halal ini, peluang bisnis apa yang bisa aku buat?.
  2. Membaca sepintas literatur bisnis syariah secara global, dan lebih khusus di Indonesia, ternyata dari sudut keilmuan, mulai dari keuangan hingga industri pariwasata halal, mulai dari bidang lingkungan hingga ekonomi mikro, masih sedikit yang meneliti secara serius secara keilmuan. Inilah peluang dalam bidang riset dan hanya bisa dilakukan dengan cara menapak jalan di perguruan tinggi.
  3. Berada pada lingkungan baru dengan pertemanan baru selain menciptakan kesegaran mental, juga menciptakan peluang untuk adanya kolaborasi dengan teman kuliah.
Foto bersama dengan teman seangkatan di lobi gedung paska sarjana UIN RM Said Surakarta
Sumber gambar: Dokumen pribadi.

Tantangan Kuliah (Lagi) Di Usia Mendekati Setengah Abad

Dari beberapa artikel dan perbincangan dengan teman kuliah, ternyata ada beberapa tantangan pada usia di atas 40 tahun, apalagi melebihi 50 tahun (pada usia ini, anaknya sudah masuk perguruan tinggi), ketika memutuskan untuk kuliah lagi. Beberapa di antaranya:

  • Tantangan Waktu, bagaimana kemudian mengelola waktu kerja, kuliah, keluarga, dan aktivitas lainnya seperti aktivitas bermasyarakat
  • Tantangan Finansial,  bagaimana kemudian harus mengatur pengeluaran tambahan yang tentunya besar di kegiatan kuliah mulai dari SPP, tugas kuliah, biasa tesis, dan bahkan biaya ujian tesis
  • Kecemasan tentang Kemampuan Belajar, bagian ini dirasakan banyak teman. Kekuatiran apakah diri ini mampu juga belajar dan mengikuti ritme belajar dikarenakan sudah lebih 20 tahun tidak mengenyam bangku kuliah. Rasa percaya diri bisa menjadi kunci tantangan ini.
  • Tantangan Sosial dan Psikologis akibat ketidaknyamanan berbaur dengan generasi yang lebih muda dan mungkin se-generasi dengan anaknya. Generasi muda yang lebih melek dan lebih terampil menggunakan teknologi, perbedaan bahasa dan pembawaan dalam bergaul sehingga sulit untuk cair. Kondisi ini bisa diatasi dengan sikap adaptif dan membaur mengikuti gaya teman-teman kuliah yang lebih muda.
  • Penyesuaian dengan Perubahan Teknologi akibat sudah terlalu lama tidak berhubungan dengan teknologi, terutama teknologi informasi dan telekomunikasi, yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Jika tidak cepat belajar dan menyesuaikan dengan teknologi maka bisa menjadi kendala dalam mengikuti dan menyelesaikan tugas-tugas kuliah.
  • Tantangan fisik, terutama kesehatan mata. Karena aktivitas belajar membutuhkan kondisi mata yang sehat dan bisa difungsikan dalam waktu yang lama dibandingkan masa sebelum menempuh pendidikan magister.
Secara alamiah, seiring bertambahnya usia, mata manusia mengalami penurunan fungsi dan menghadapi kendala fisik. Untuk itu, dibutuhkan perangkat kerja yang ramah terhadap kesehatan mata seperti layar laptop yang berteknologi mereduksi cahaya biru (Sumber gambar: Dokumen pribadi)...

Dengan pertimbangan berbagai tantangan tersebut maka menjadi penting bagi aku untuk mencari cara mempermudah mengikuti kuliah, dan mengerjakan tugas kuliah sehingga memberikan hasil yang maksimal. Di sinilah, pentingnya untuk memilih produk teknologi yang tepat, di dalam menghemat waktu dengan pilihan bisa dilakukan secara multitasking seperti belajar sembari bekerja, ramah terhadap mata sehingga bisa melakukan aktivitas dalam waktu lama, dan mudah digunakan.

Pilihanku: Laptop  Dua Layar

Laptop sudah menjadi perangkat wajib dalam bekerja yang berhubungan dengan penyimpanan dan pengolahan data, kreativitas, mobilitas, termasuk pekerjaan yang lebih rumit seperti rekayasa. Bagi dunia pendidikan seperti mahasiswa magister, dan juga sambil bekerja, serta aktivitas keluarga dan masyarakat keberadaan laptop bukan lagi membantu pekerjaan, tetapi juga bagaimana laptop tersebut bisa berdaya guna meringkas waktu pekerjaan secara bersamaan. Laptop yang dibutuhkan bisa digunakan secara multitasking secara nyaman dengan hasil yang sempurna. Pada akhirnya, produktifitas akan meningkat. Jenis laptop yang dibutuhkan untuk itu adalah laptop dengan dua layar atau laptop dual-screen.

Apa saja keunggulan dari laptop dua layar dibandingkan laptop satu layar yang aku butuhkan ini? Berikut keunggulannya.

1.Peningkatan Multitasking

Multitasking dengan dua layar lebih mudah dan optimal untuk dilakukan karena tidak harus beralih jendela. Dengan cara ini aktivitas bisa dilakukan lebih fleksibel. Saya membayangkan melalui dua layar tersebut, misalkan pada saat kuliah online (zoom) dan dosen mewajibkan on camera, maka selain bisa melakukan zoom secara on camera (karena kalau off camera nilai akan dikurangi 🙂 ), pada layar berbeda aku bisa melakukan pekerjaan lain seperti mengerjakan tugas mata kuliah lain, mencari informasi secara langsung dari materi kuliah di layar zoom sehingga bisa mengajukan pertanyaan lebih dalam, atau menyelesaikan pekerjaan kantor karena kuliah dilakukan pada waktu jam kerja kantor.

Kuliah online dari Dr. Jasanta mengenai Etika Bisnis dan Kewirausahaan yang mewajibkan on camera. Di kuliah ini, aku mendapatkan istilah ESG (Environment, Social, and Governance) sebagai standar dalam bisnis yang kemudian aku jadikan tema tesis (Sumber gambar: Dokumen pribadi)..

2. Kreativitas

Pekerjaan yang berhubungan dengan kreativitas seperti editor video, desainer grafis, dan seniman digital akan terbantu dengan laptop layar ganda karena pekerjaan bisa dilakukan lebih detail tanpa perlu memperbesa dan mengecilkan tampilan obyek.

3. Produktivitas meningkat

Dikarenakan tata letak layar yang fleksibel maka pengguna bisa menyesuaikan tampilan sesuai kebutuhan sehingga dalam bekerja bisa lebih efisien dan produktif. Dua layar tersebut menjadikan ruang kerja lebih banyak sehingga makin banyak pula aplikasi yang bisa dijalankan secara bersamaan.

Tampilan dari laptop dua layar terbaik yang dikeluarkan Asus yakni Asus Zenbook Duo (UX8406) dimana pengguna bisa mengoptimalkan penggunaan dua layar secara bersamaan untuk mengetahui posisi peta sekitar sungai dan kondisi riil di seputar jalur sungai (Sumber gambar: ASUS)..

4. Memudahkan Kolaborasi

Melalui dua layar, kolaborasi dalam kerja lebih mudah dilakukan, semisal sembari melakukan pertemuan online juga saling membagikan materi diskusi atau konten atau mengerjakan konten.

5. Tampilan bisa disesuaikan

Beberapa model laptop dua layar memungkinkan mengalihkan fungsi layar kedua sebagai keyboard tambahan atau sebagai ruang kerja dan area gambar menggunakan stylus pen.

Tampilan laptop dua layar terbaik ASUS Zenbook Duo (UX8406) ketika salah satu layarnya digunakan mengedit gambar dari layar satunya dengan stylus pen (Sumber gambar: ASUS)..

Pilihanku: ASUS Zenbook DUO (UX8406)

Pada Maret 2024 ini, ASUS meluncurkan laptop dua layar OLED dengan desain yang dikhususkan mampu memaksimalkan kerja. Laptop yang didukung dengan teknologi AI ini akan mengubah bagaimana pengguna berinteraksi dengan laptopnya secara revolusioner. Laptop dua layar tersebut adalah ASUS Zenbook DUO (UX8406).

Mengapa kemudian laptop Zenbook DUO (UX8406) menjadi pilihan dari laptop dua layar sesuai dengan kebutuhanku dalam kuliah, bekerja, dan melakukan riset?. Ada 2 alasan awal dari produk ini sehingga layak untuk dimiliki yaitu kekuatan riset dan brand ASUS yang kuat, dan satu alasan teknologi yang ada di produk laptop dua layar yang disebut revolusioner ini.

1. Kekuatan Riset

Sebagai perusahaan global teknologi, ASUS menekankan pada kekuatan riset dibalik semua produk teknologinya, termasuk laptop berlayar ganda. Pada 2018 di acara Computex 2018 diluncurkan Project Precog oleh tim desain ASUS yang merupakan laptop pototipe layar ganda.

Setelah enam tahun riset berjalan secara konsisten maka ekosistem software, hardware dan sistem operasi berkembang dan memungkinkan penggunaan layar ganda di laptop secara maksimal dan menghasilkan produk yang dinilai sebagai laptop dua layar terbaik yakni Zenbook DUO (UX8406).

2. Brand yang Kuat

Selama 23 tahun, ASUS telah mendapatkan 69,602 penghargaan dari media massa IT dan organisasi teknologi dari seluruh dunia dalam hal kemampuannya sebagai perusahaan teknologi terdepan dan terinovatif.

Untuk pasar laptop Indonesia, ASUS menguasai lebih dari 40% pasar secara berturut-turut dalam satu dekade. Prestasi ini tidak lepas dari inovasi ASUS untuk semua produknya, dan yang terakhir adalah inovasi dalam laptop layar ganda. Ternyata inovasi ASUS di produk laptop dalam menjawab kebutuhan pasar menjadikannya sebagai merk laptop pilihan dengan nilai Top Brand Index (TBI) sebesar 24.4% dan mendapatkan penghargaan Top Brand 2023. Brand yang kuat ini menjadi jaminan atas kualitas produk dan juga layanan purna jual, sehingga bagi aku sendiri, pertimbangan atas kekuatan brand seiring dengan motivasi untuk memiliki produk tersebut.

Brand ASUS menjadi jaminan atas kualitas produk teknologi yang dibuatnya termasuk juga mengenai layanan purna jual (Sumber gambar: ASUS)..

3. Keunggulan Teknologi

Pertimbangan ketiga menjadikan ASUS Zenbook DUO (UX8406) menjadi pilihan adalah keunggulan teknologinya. Dari banyak sisi teknologi yang disuguhkan laptop dua layar terbaik ini, aku akan mengulas 3 bagian saja yang penting sesuai dengan kebutuhanku, yaitu pada teknologi dua layar, kualitas layar OLED, dan performa laptop ini.

Teknologi Dua Layar

Teknologi dua layar Zenbook DUO (UX8406) difokuskan untuk memanjakan pengguna melalui 5 mode penggunaannya sehingga bisa dibilang sebagai teknologi layar paling mutakhir. Pengguna bisa memanfaatkan secara optimal laptop ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Itulah kenapa, Zenbook DUO (UX8406) dilengkapi dengan keyboard Bluetooth ASUS ErgoSense yang terintegrasi dengan touchpad, penyangga terintegrasi, dan engsel layar yang bisa dibuka selebar 180°.

Keunggulan lain dari laptop dua layar Zenbook DUO (UX8406) adalah bobotnya hanya 1,65 kg (tergolong sangat ringan), tebal hanya 1,99 cm (tergolong sangat tipis), dengan layar terhitung luas meski 14 inci karena memiliki bezel tipis dan screen-to-body sebesar 91% dengan kualitas layar lumina oled beresolusi tinggi 3K yang mampu menghasilkan warna yang tajam

Sebagai pengguna laptop untuk kebutuhan multi fungsi, terutama dalam menunjang proses belajar, bekerja, dan melakukan riset, 5 mode penggunaan Zenbook DUO (UX8406) menjadi pertimbangan yang paling menarik mengapa laptop ini layak untuk dimiliki.

Laptop Mode dari Zenbook DUO (UX8406) (Sumber gambar: ASUS).
  • Laptop Mode.Ketika kita berada di area terbatas untuk bekerja seperti di kereta api dan di bis, mode ini cocok digunakan. Mode ini menjadikan Zenbook DUO (UX8406) seperti laptop clamshell dengan satu layar aktif dan keyboard berada di atas layar kedua yang tidak diaktifkan.
  • Desktop Mode: Ketika kita ingin bekerja dengan ruang kerja yang lebih luas atau melakukan dua bekerjaan simultan seperti menulis novel sembari melakukan riset pada lokasi adegan di dalam novel sehingga mendapatkan setting lokasi yang akurat, maka mode ini bisa digunakan. Mode ini dengan meletakkan dua layar  Zenbook DUO (UX8406) pada posisi berdampingan.
Desktop Mode dari Zenbook DUO (UX8406) (Sumber gambar: ASUS)..
  • Sharing Mode: Jika kita ingin berbagi layar dengan kolega pada posisi berhadapan maka mode ini digunakan dengan membuka layar laptop secara maksimal yakni 180°. Diskusi dengan kolega bisa dilakukan secara leluasa dan terfokus karena kedua pihak bisa melihat masing-masing layar.
Sharing Mode dari Zenbook DUO (UX8406) (Sumber gambar: ASUS)..
  • Laptop Mode with Virtual Keyboard: Keyboard virtual digunakan melaluiScreenXpert pada satu layar yang berfungsi sebagai keyboard virtual lengkap dengan touchpad virtual ketika keyboard fisik tidak ingin digunakan.
virtual keyboard ASUS Zenbook
Virtual keyboard Mode dari Zenbook DUO (UX8406) (Sumber gambar: ASUS)..
  • Dual-Screen Mode: Mode ini menjadi mode unggulan yang dimiliki dua layar Zenbook DUO (UX8406). Model dilakukan dengan cara meletakkan layar kedua di atas layar pertama menggunakan penyangga terintegrasi, sehingga kedua layar bisa digunakan secara nyaman. Melalui koneksi bluetooh, pengguna bisa mengontrol kedua layar. Mode ini sangat berguna, misalkan ketika aku mengikuti kuliah via Zoom (yang mengharuskan on camera) dan saat sama harus menyelesaikan pekerjaan dikarenakan zoom dilakukan pada di waktu kerja. Kedua hal itu bisa dilakukan secara optimal.
Dual Screen Mode dari Zenbook DUO (UX8406) (Sumber gambar: ASUS)..
Dengan menggunakan dual-Screen Mode aku bisa melakukan aktivitas multitasking terutama yang membutuhkan kehadiran secara on camera. Posisi keyboard bisa dipisahkan dari layar ganda karena menggunakan bluetooth dan bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan seperti menulis jurnal (Sumber gambar: ASUS).

Layar Lumina OLED

Secara alamiah kesehatan mata manusia menurun sesuai dengan pertambahan usia dan mengalami berbagai penglihatan, mulai dari mata minus, mata plus, dan mata silindris. Karenanya memilih produk teknologi yang menopang belajar dan bekerja di atas usia 50 tahunan dihubungkan dengan kesehatan mata menjadi pertimbangan yang sangat penting. Pertimbangan berhubungan dengan kesehatan mata inilah ada pada pilihan jenis layar  Zenbook DUO (UX8406).

Kedua layar Zenbook DUO (UX8406) menggunakan teknologi layar Lumina OLED yang merupakan pembaruan dari teknologi layar OLED (Organic Light Emitting Diode). Teknologi ini didasarkan pada lapisan tipis bahan organik yang bisa menghasilkan cahaya sehingga tidak dibutuhkan lampu latar untuk menampilkan gambar, berbeda dengan teknologi layar IPS (In-Plane Switching) yang masih membutuhkan lampu latar. Teknologi IPS tergolong kurang ramah terhadap mata karena efek radiasi cahaya birunya.

Melalui fitur Eye Care yang terdapat pada layar ASUS Lumina OLED, pengguna laptop layar ganda ini bisa merasakan manfaatnya karena kemampuanya mengurangi radiasi cahaya biru hingga 70%. Kemampuan teknologi layar ASUS Lumina OLED diakui dengan adanya sertifikasi dari TÜV Rheinland dan SGS.

Selain sertifikasi dari TÜV Rheinland dan SGS, teknologi layar ASUS Lumina OLED juga mendapatkan sertifikasi VESA DisplayHDR™ True Black 500, Pantone® Validated, dan sertifikasi Dolby Vision® karena kemampuannya dalam reproduksi warna secara akurat dan mendukung teknologi touchscreen (Sumber gambar: ASUS).

Menghadirkan Performa Terbaik

Dengan menghadirkan dua layar sehingga mayoritas penggunaan ASUS Zenbook DUO (UX8406)  adalah multitasking, muncul pertanyaan, apakah performanya akan memuaskan?. Pertanyaan ini dijawab dengan ASUS menempatkan hardware dengan kinerja terbaik.

Dari sisi dapur pacu, ASUS Zenbook DUO (UX8406)  dibekali dengan prosesor Intel® Core™ Ultra 7 155H

yang dilengkapi dengan Neural Processing Unit (NPU) yang secara khusus mampu memproses aplikasi yang dijalankan menggunakan AI sehingga tidak begitu menghabiskan daya secara berlebihan. Prosesor Intel® Core™ Ultra 7 155H ini juga dibekali dengan Intel® Arc™ yaitu chip grafis dengan performa dua kali lebih baik dari chip grafis generasi sebelumnya. Aplikasi yang berhubungan dengan video akan dapat diproses dengan lebih baik.

Prosesor Intel® Core™ Ultra 7 155H yang disematkan pada laptop ASUS Zenbook DUO (UX8406)  sehingga menghasilkan performa terbaik dari laptop dua layar ini (Sumber gambar: profesionalreview.com).

Bagaimana ASUS Zenbook DUO (UX8406) Membantuku Mempermudah Melakukan Riset?

Sekarang mari kita lihat bagaimana laptop ASUS Zenbook DUO (UX8406)  dengan dua layarnya membantuku mempermudah melakukan riset berkaitan dengan environment, social, and governance (ESG) yang menjadi tema tesis dan judul untuk jurnal ilmiah.

Dari niat awal mengapa memilih kuliah lagi dan menemukan ruang penelitian bisnis syariah yang belum banyak membahas, maka akhirnya aku memilih ESG dan hubungannya dengan bisnis Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah (UMKM) Syariah di Indonesia. Secara singkat, ESG adalah standar bisnis yang biasa menjadi rujukan investor untuk perusahaan besar yang tercatat di bursa efek. Dan sekarang ESG ini dicobagunakan untuk bisnis di level UMKM.

Ada dua jenis riset yang aku lakukan, yaitu melalui Sistematik Literatur Review (SLR) dan satu lagi melalu studi lapangan untuk tesis. Dan kedua jenis riset ini dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah, meskipun tuntutannya hanya satu untuk jurnal ilmiah. Untuk tulisan blog ini, secara singkat aku ulaskan mengenai SLR dan mengapa laptop layar ganda bisa membantu mempermudah.

SLR adalah riset berbasiskan informasi dari jurnal yang ada sesuai dengan topik yang dibidik, dalam hal ini ‘’Pengaruh pengukuran ESG terhadap UMKM syariah”. SLR mensyaratkan peneliti membuat kriteria untuk memfilter jurnal, lalu memilih jurnal sesuai dengan kriteria, selanjutnya menganalisa jurnal terpilih. Dari analisa ini akan didapatkan kesimpulan seperti apakah memang ada pengaruh itu, pengaruh yang terbesar dari ketiga ESG mana yang terbesar, bidang bisnis apa saja yang terpengaruh, dan sebagainya. Jadi, melalui SLR, peneliti bisa mengetahui melalui hasil penelitian yang sudah dikerjakan orang lain mengeni “Apakah penelitian yang aku lakukan ada kebaruan?”, “Adakah celah dari topik penelitian dari yang sudah dikerjakan peneliti lain seperti metodenya?” “Adakah topik yang belum dikerjakan seputar tema yang dikerjakan”.

Tahap mengunduh, mengompilasi data jurnal, dan menyeleksinya menggunakan layar pertama ASUS Zenbook DUO (UX8406).

  • Melalui aplikasi Harzing’s Publish or Perish atau database jurnal sciencedirect, proses pengumpulan jurnal dilakukan sesuai dengan kata kunci yang dibidik, dalam hal ini “ESG” dan “UMKM”
  • Jurnal yang terkumpul lalu dimasukkan ke dalam aplikasi Mendeley atau Zotero. Fungsi kedua aplikasi ini, selain menyimpan jurnal dalam berbagai ekstensi file seperti RIS (research information system) yaitu file yang berisi ringkasan isi jurnal mulai dari abstrak hingga penulis, juga membantu memudahkan penulisan referensi jurnal dan sitasi di dalam paper. File dengan format RIS itulah yang nanti ditampilkan melalui aplikasi VOSviewer pada layar kedua ASUS Zenbook DUO (UX8406.
  • Selesi jurnal dilakukan secara berjenjang dan sistematis sesuai dengan metode Preferred Reporting Item for Systemativ Reviews and Meta-Analityc (PRISMA).

Ilustrasi tahap pengunduhan jurnal hingga seleksi berjenjang jurnal pada slide gambar di bawah ini.

  • POP Layar pertama ASUS
    Tahap seleksi menggunakan PoP

Tahap memvisualisasikan data menggunakan layar kedua ASUS Zenbook DUO (UX8406).  

Melalui aplikasi VOSviewer, dimasukkan file RIS pada tahap di atas. Ada 2 fitur dalam VOSviewer yaitu fitur peta keterhubungan menurut keyword, dan keterhubungan menurut penulis jurnal. Dari peta VOSviewer ini, kita bisa mengetahui tema yang paling kuat dan berpengaruh serta dipengaruhi oleh apa, dan tema yang tidak berhubungan. Termasuk juga, penulis jurnal yang paling berpengaruh di tema penelitian kita itu siapa. Peta VOSviewer ini bisa di zoom in dan zoom out untuk mengetahui lebih detail keterhubungan peta keyword.

Ilustrasi tahap pemetaan jurnal secara berjenjang sehingga diperoleh peta akhir jurnal terpilih yang kemudian dianalisa atau direview pada slide gambar di bawah ini.

  • Peta jurnal menurut keyword tahap 2
    Peta jurnal menurut keyword tahap 2

Akhirnya, dengan menggunakan kedua layar ASUS Zenbook DUO (UX8406) , aku bisa melakukan riset melalui SLR tanpa harus berganti layar seperti sebelumnya dan bisa mendapatkan gambaran lebih cepat.

Demikian versiku atas mengapa laptop dua layar terbaik ASUS Zenbook DUO (UX8406) menjadi pilihan saat harus memilih kuliah (lagi), riset, dan sembari kerja. Bagaimana dengan Anda?

Dokumentasi ketika ujian metode penelitian ilmiah dan ujian seminar proposal tesis serta IPK hasil belajar. Ternyata usia hanyalah sekedar angka, tidak berhubungan dengan penurunan kemampuan dan semangat belajar.
Upss 😀

Spesifikasi dan Harga ASUS Zenbook DUO (UX8406)

Hadir dengan sistem operasi Windows 11,  ASUS Zenbook DUO (UX8406) juga merupakan laptop berfitur Copilot untuk dukungan AI. Copilot di Windows 11 melengkapi keahlian dan kreativitas Anda dengan bantuan kecerdasan serta jawaban relevan.
Selain itu, sudah dilengkapi Office Pre-Installed, agar Anda bisa nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2021. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya.
Main Spec.Zenbook DUO (UX8406MA)
CPUIntel® Core™ Ultra 7 Processor 155H 1.4 GHz (24MB Cache, up to 4.8 GHz, 16 cores, 22 Threads) with Intel® AI Boost NPU
Operating SystemWindows 11 Home
Memory16GB LPDDR5X
Storage1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 Performance SSD
DisplayDual 14-inch ASUS Lumina OLED, 3K (2880 x 1800) 16:10, 120Hz, 0.2ms, 100% DCI-P3, PANTONE Validated, 600nits, VESA CERTIFIED Display HDR True Black 500, Low Blue Light, Anti-Flicker, Touchscreen with Stylus Support
GraphicsIntel® Arc™ Graphics
Input/Output1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 supports display / power delivery, 1x HDMI 2.1 TMDS, 1x 3.5mm Combo Audio Jack
ConnectivityWi-Fi 6E(802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth® 5.3
CameraFHD camera with IR and Ambient Light Sensor function, support Windows Hello, support Windows Studio Effect
AudioSmart Amp Technology, Built-in speaker, Built-in array microphone, harman/kardon certified
Battery75WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension31.35 x 21.79 x 1.46 ~ 1.99 cm
Weight1.39 Kg (laptop) 0.3 Kg (keyboard)
PriceRp33.999.000
Warranty2 Tahun Garansi Global dan 1 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!