Bayam dan Matahari

  • by
bayam dan matahari

Beranjak siang, kaki ini melangkah ke lantai atas untuk melihat tanaman. Dalam wadah plastik merah berbentuk persegi panjang, mata ini terpaku pada deretan bayam yang tumbuh. Yang membuat menarik, dan berhasil menghantarkan ke masa yang jauh di masa lalu, adalah tumbuhnya bayam yang mengarah ke barat. Karena hanya pada bagian baratlah, tanaman itu terkena cahaya matahari.

Masa yang jauh itu adalah sewaktu SD, bu guru memberi tugas menanam kacang hijau yang ditaruh di atas kapas basah dalam gelas. Kacang itu tumbuh menjulur ke atas mengarah ke jendela, tempat cahaya matahari masuk. Kata bu guru, ” Tanaman tumbuh mengikuti arah cahaya matahari terbanyak yang menimpanya” . Penjelasan sederhana, namun berkesan untuk siswa SD.

Dalam perjalanan waktu, saya menemukan banyak sekali manfaat dari Matahari ini. Tanpa matahari, dalam pandangan pengetahuan modern, mustahil muncul kehidupan di Bumi ini. Seperti bayam tersebut. Ternyata, cahaya matahari dibutuhkan dalam proses fotosintesis untuk memproduksi makanan bagi tumbuhan tersebut. Tumbuhan yang berkembang biak akan menopang kehidupan makhluk lain seperti binatang dan manusia. Tanpa tumbuhan maka makhluk lain bisa punah. Kita mengenalnya dipelajaran SMP atau SMA sebagai rantai makanan.

Kembali ke arah tumbuh tanaman yang mengikuti arah terbanyak cahaya matahari. Bukankah ini bisa menjadi pelajaran sederhana, misalkan kita tersesat di hujan pada area yang minim tertimpa cahaya matahari seperti di lembah dan tidak tahu arat barat dan timur, kita bisa merujuk bagian tanaman yang tumbuh melengkung.

Matahari juga memberitahukan kita perihal waktu. Dulu, nenek moyang kita dengan tekun mengamati arah terbitnya matahari. Ternyata titik terbitnya berbeda-beda. Dari selatan ke utara dan balik lagi. Begitu seterusnya. Pada setiap satu putaran selatan-utara-selatan lahirlah istilah satu tahun. Dan ternyata, perubahan titik terbit matahari (termasuk titik terbenam) berdampak pada perubahan musim. Dikenalah 2 musim untuk di daerah tropis dan 4 musim di daerah subtropis.

Dalam perkembangannya, matahari juga memberikan pilihan sumber energi yang luar biasa besar. Jauh lebih besar dari semua sumber energi di Bumi. Semakin paham mengenai matahari, semakin paham juga bahwa semua yang ada ini tidaklah sia-sia.

Demikian pentingnya Matahari, dalam Al Qur’an surat ke 91 diberi nama Asy Syams (Matahari). “Demi matahari juga pancarannya,serta bulan apabila mengiringinya,serta siang apabila menampakkannya, serta malam apabila menutupinya, serta langit juga pemeliharaannya, serta bumi juga penghamparannya, serta jiwa juga penyempurnaannya” (ayat 1-7).

Melalui bayam yang tumbuh dan cahaya matahari yang menyinarinya, ternyata kita bisa banyak belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *