Pengalaman Membangun Sendiri Rumah Pertama : Apa Saja Yang Harus Dipersiapkan ?

Apa saja yang harus dipersiapkan dalam membangun rumah sendiri ? Berikut adalah pengalaman saya

Memiliki rumah adalah impian setiap orang, apalagi jika rumah tersebut dibangun dengan upayanya sendiri. Tentu, ada cerita menarik dibaliknya. Terlebih jika rumah tersebut dirancang sendiri meskipun tidak memiliki pengetahuan mengenai rancang bangun rumah. Kok bisa ? Kok berani ? Ya, seperti yang kami lakukan ini. Membangun rumah pertama dengan rancangan sendiri.

Biasanya, jika kita memiliki cukup uang namun tidak mampu membeli rumah secara cash, pilihan yang dilakukan adalah membeli rumah secara kredit. Itulah yang kami lakukan pada rumah sederhana ukuran 6 x 20 meter berada di tengah rumah lainnya. Nah, rumah sederhana inilah yang akan dibongkar dan dibangun ulang sesuai dengan keinginan.

Mendapatkan tukang bangunan yang bisa bekerja cepat dan rapi adalah bagian sangat penting ketika membangun rumah.
Mendapatkan tukang bangunan yang bisa bekerja cepat dan rapi adalah bagian sangat penting ketika membangun rumah.

Pengetahuan Mengenai Rumah : Nol Besar

Jujur saja bahwa kami tidak memiliki pengetahuan mengenai rancang bangun rumah. Seperti apa desain rumah, dimana posisi ruang tamu, kamar, kamar mandi, dapur, tempat cuci, tempat jemur, ruang keluarga, berapa dalam pondasi, apa, dan lain – lain. Belum lagi pengetahuan mengenai pernak – pernik material bangunan, campuran semen, kapur pasir, jenis pasir, kebutuhan besi, dan lain – lain. Belum lagi jenis kayu, pipa air, kabel – kabel listrik dan lokasi penempatannya. Ternyata, banyak sekali hal yang perlu dipelajari dalam membangun rumah. Belum lagi, juga memikirkan biayanya. Terlebih jumlah dananya pas – pas an. 😀

Pijakan Awal Merancang Rumah

Bagi dalam merancang desain rumah perlu ada pijakan. Dengan kondisi luas rumah yang memanjang 6 x 20 m, diapit rumah tetangga kiri – kanan dan belakang, pijakan yang saya pegang adalah rumah ini harus memiliki sirkulasi udara dan cukup cahaya. Jika perlu, pada siang hari, tidak perlu menyalakan lampu karena cahaya matahari yang masuk sudah cukup. Saat yang sama, sirkulasi udara mengalir lancar. Kondisi ruangan rumah sejuk dan tidak panas.

Dengan berpijak pada faktor kecukupan cahaya dan sirkulasi udara, kami-pun merancang desain rumah. Dan tidak mudah, karena pengetahuan kami mengenai rumah nol besar.

Belajar tentang rancang bangun rumah dilakukan. Kami membeli beberapa tabloid dan buku mengenai rumah. Informasi lainnya diperoleh dari internet meskipun saat itu ( 11 tahun lalu ), akses internet tidak semudah saat ini.

Desain Yang Berubah – Ubah

Mendesain rumah pertama dengan tidak ada pengalaman dengan kondisi lokasi rumah di tengah – tengah rumah tetangga dan ukuran rumah yang memanjang menjadikan desain yang dibangun berubah-ubah. Seandainya rumah itu di pinggir atau dipojok (hook), serta ukuran yang proporsional semisal 8 x 15 , tentu tidak begitu sulit.

Bagaimana mengatur letak ruangan di rumah, dan terutama meletakkan posisi kamar mandi di rumah yang memanjang, ukuran 6 x 20,5 meter ?. Jika kamar mandi di belakang, maka jarak kamar mandi dengan selokan di depan akan jauh. Jika jauh, ada resiko aliran air buangan tidak lancar, kecuali posisi bagian belakang rumah lebih tinggi.

Berbulan – bulan memikiran desain rumah, merancang beberapa model, dan itupun berubah lagi.

Pengalaman Membangun Rumah Pertama 5
Posisi rumah yang berada di bagian tengah, ukuran yang memanjang menjadi tantangan sendiri dalam mendesain rumah. Gambar di atas adalah desain kesekian.

Solusi Posisi Kamar Mandi

Agar tidak jauh dari selokan, kamar mandi di letakkan di bagian tengah rumah, sejarak 7 m. Ada 2 kamar mandi, yaitu 1 kamar mandi di ruang tengah dan satu lagi di dalam kamar.

Karena rumahnya, berkembang menjadi rumah tingkat, ada 1 lagi kamar mandi di lantai atas.

Posisi kamar mandi di bagian tengah rumah ini menjadi solusi untuk mengatasi jarak yang cukup jauh bila kamar mandi diletakkan dibagian belakang rumah.

Pengalaman membangun rumah pertama
Mengekspos batu bata satu cara membuat interior rumah variatif. Ventilasi udara yang cukup membuat sirkulasi udara lancar, termasuk keberadaan jendela kamar.

Solusi untuk Memperbanyak Cahaya Alami Masuk Dan Aliran Udara Lancar

Banyak rumah dibuat tanpa memperhatikan sirkulasi udara dan cahaya alami masuk sehingga pada siang hari di dalam rumah menjadi remang bahkan gelap. Rumah-pun menjadi pengap dan panas. Solusi yang diambil adalah dengan menyalakan kipas angin, penggunaan AC dan menyalakan lampu.

Saat membangun rumah pertama, keinginan yang pertama muncul adalah membuat rumah cukup cahaya alami dari matahari yang masuk sehingga terasa terang dan sirkulasi udara lancar. Bila sirkulasi udara lancar, rumah akan terasa lebih dingin kala siang terik menerpa atap.

Keberadaan glassblock pada langit - langit rumah menjadi solusi memperbanyak masuknya cahaya alami ke dalam rumah
Keberadaan glassblock pada langit – langit rumah menjadi solusi memperbanyak masuknya cahaya alami ke dalam rumah

Solusi yang diambil adalah :

  • Membuat beberapa lubang udara mulai dari depan dan belakang, serta ruang yang cukup luas dari lantai 1 ke lantai 2. Ventilasi udara ini juga ada di kamar dan kamar mandi serta dapur
  • Membuat jarak lantai ke langit – langit di atas 3,3 m
  • Memasang sebagian atap rumah dengan plastik solid yang tahan panas sehingga cahaya matahari bisa langsung masuk ke dalam.
  • Memasang glassblock pada beberapa bagian lantai bagian atas yang dicor dan disebagian dinding. Pemasangan glass block di langit – langit kamar mandi membuat kamar mandi, meskipun berada di bagian tengah rumah, terang benderang saat siang hari tanpa menyalakan lampu.

Pelajaran Yang Dipetik

Pengalaman pertama ini memberikan pelajaran sangat banyak bagi saya mulai dari cara mendesain rumah, pemilihan material bangunan seperti jenis batu bata, jenis kayu, jenis pasir, jenis pipa, pemasangan instalasi listrik dan sanitasi, manajemen proyek ( cieee…), dan lain – lain. Pendek kata, membangun rumah menyangkut banyak aspek dan semuanya bisa dipelajari (secara pelan – pelan).

Dengan pengetahuan awal yang nol besar mengenai rumah dan tetek bengeknya, rasanya saya bisa bersyukur bisa membangun rumah hasil karya sendiri. Rumah ini memiliki 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang tamu, garasi, teras, dapur, ruang makan, ruang keluarga bawah, perpustakaan, tempat cuci, ruang keluarga atas, taman di atas, dan tempat jemur. 

Pengalaman ini menjadi modal dasar untuk membangun rumah kedua , ketiga dan seterusnya. Aamiin YRA 😉

 

Leave a Reply

error: Content is protected !!