Hulu Sungai adalah Muara Peradaban

Perkembangan peradaban manusia terjadi di daerah aliran sungai dan muara sungai menimbulkan masalah lingkungan seperti akses air bersih dan rusaknya habitat sungai. Beragam teknologi diciptakan untuk mengembalikan. kondisi ideal sungai seperti du hulu sungai.

Beberapa pekan belakangan ini, kak Asa bersemangat sekali mengajak hiking ke air terjun. Ajakan ini aku sambut. Dan jadilah kami berdua berjalan – jalan mencari air terjun. Beberapa air terjun, kami tetapkan sebagai target untuk dikunjungi, salah satunya air terjun di Patirrana – Grujugan – Bondowoso. Lokasinya tidak jauh dari rumah. Berjarak 20 km dengan lama perjalanan sekira 30 menit. Kondisi jalan menuju Pattirana tidak menanjak, namun di beberapa titik ada bagian jalan beraspal yang rusak.

Wana wisata Pattirana menawarkan beberapa obyek wisata alam seperti panorama alam dari ketinggian (puncak pattirana), gua, batu susun, sungai dan air terjun. Menurut saya, Pattirana ini obyek wisata alam yang terhitung ideal, lokasi tidak jauh, jalan tidak begitu sulit, alam masih asri dan sangat nyaman untuk hiking.

Kami memilih air terjun karena pertimbangan jalannya yang tidak menanjak dihitung dari lokasi parkir. Pertimbangan kedua adalah karena ada niat sedari awal untuk berendam di sungainya.

Mulailah perjalanan sejarak 4 km, naik turun bukit, menyeberangi anak sungai, dan tiba di dekat air terjun, bagian hulu anak sungai dari wana wisata ini.

Mendekati air terjun Payangan Pattirana, ada lokasi yang cukup luas untuk berinstirahat. Hamparan rumput sebelah kiri, dan sebelah kanan adalah sungai dengan kedalaman beberapa belan cm. Airnya begitu jernih. Kami berhenti di sini dan bermain – main di sungai.

Saya jamin bahwa di daerah di muara sungai manapun yang sudah terisi dengan pemukiman, tidak ada air sungai sejernih di hulu sini.

Air Bersih Nan Segar

Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa daerah hulu adalah daerah dimana lingkungan masih alami, air bersih, dan berbagai spesies binatang ada. Di Pattirana, kita bisa melihat monyet berlarian dan bergelantungan. Suara berbagai macam burung terdengar bersama desau angin.

Di air sungai yang bersih nan segar ini, kami bermain dan mandi. Saya bersyukur, bahwa kak Asa bisa menikmati secara nyata lingkungan yang alami ini.

Teringat berita tentang beberapa anak kecil berenang di air keruh sungai Ciliwung. Dengan kondisi air sungai yang keruh dan bau, tetap saja mereka gembira. Mendapatkan air sungai yang jernih dan langsung bisa diminum adalah impian panjang bagi anak – anak di berbagai kota besar di dunia ini.

Jutaan anak – anak masih memimpikan, bahkan sebagiannya tidak memiliki bayangan, seperti apa sih air yang betul – betul bersih, jernih dan segar seperti air yang sekarang dibuat bermain oleh kak Asa.

Berbagai kebijakan, dorongan berbagai pihak, teknologi dan sumber daya manusia serta ilmu pengetahuan dikerahkan untuk mengembalikan air sungai di kota – kota besar seperti kondisi air di daerah hulu.

Hulu sungai inilah, tempat kami bermain sengan biaya sangat murah, menjadi rujukan secara ekologis, bagaimana seharusnya lingkungan hidup kemajuan pembangunan diarahkan. Hulu sungai adalah muara peradaban.

Leave a Reply

error: Content is protected !!